Monday, 16 November 2009

PENSI ABSIS CUP VI "ACE OF SPADE"

gila, asik dan juga pegel
3 kata yang keluar dari mulut gue pas penutupan absis cup VI. gue seneng :) sekaligus sedih :( gue takut kangen saat2 di mana gue pulang sore buat nelp perusahaan, saat gue bisa ngatain kak flo JL. ihihihi, saat gue makan es buah gara2 laper, saat gue makan tahu gejrot kalo bosen sama es buah+kantong kosong. hampir 6 bulan panitia absis cup nyari dana kayak sapi di perah tapi ternyata USAHA KITA NGA SIA2. YIIPPPIIEE :D :D :D

2 hari sebelum penutupan absis cup hujan turun gede terus, bahkan sampe 1 hari nga ada pertandingan sama sekali karna hujannya nga mau ngalah! nyolot tuh! tapi di hari terakhir kita pake pawang hujan karena udah di ramalkan bakal hujan. so percaya nga percaya mending kita pake pawang hujan daripada nanti acaranya GATOT! so, menurut rencana mulainya sih jam 11 tapiiiiiii namanya juga jakarta jam karetpun datang. so, acara mulainya jam 12an dan kondisi saat itu yang kita perkirakan rame TERNYATA sepi. bingung abis kan tuh!! ya udah deh, panitia nga kehabisan akal buat undang orang banyak buat ke absis. contohnya aja kita pada sms temen2 suruh pada dateng, pada update status di fb kek, twitter kek, pokoknya di mana aja deh yg bisa di update.

untungnya jam 4an udah pada rame tuh. awalnya pensi kecil2an ABSIS CUP VI di isi dengan band dari SMA "VIP" , trus dari band yang "belon terkenal" sampe ada MD, dsb. Akhirnya jam 5an GRUVI sang guest starpun maen! asikk :) semuanya pada ngumpul tuh di depan panggung termasuk gue yang udah siap di posisi terdepan! gue yang awal niatannya mau ngapalin lagu2 gruvi nga kesampean karna gue nga ada waktu sok sibuk sok sibuk so, ya uwes lah gue nyanyi seadanya dengan suara di bawah standart+ingatan yang perlu di korek lagi buat ikutan nyanyi. kan malu kalo gue yg udah di depan panggung nga ikutan nyanyi. idihh! tapi untungnya gue rada2 apal dah, so lagu2 GRUVI BABAT DAH! ahahha :D GRUVI nyanyi sekitar 1 jam an. pas lagu terakhirnya si ARI yang emang dari awal lempat2 pict gitar mulu, ngelempar pict ke arah gue trus jatoh tuh pict ke bawah. si dian sama fani udah nunduk2 tapi nga ketemu karna mereka udah putus asa so mereka bangun lagi. Entah kenapa gue ngeliat tuh pict di deket kaki fani ya udah deh gue nunduk dan ngambil itu pict. SO GUE YG DAPET DEH maaf ya buat dian sama fani.

Trus rehat sebentar karena ada azan maghrib, anjrit! pas itu kaki gue udah nyeri banget gara2 sendal yg gue pake sakit! hikshikshiks T.T trus di lanjutin sama pembagian hadiah SUMPAH BOSEN MAMPUS. Trus akhirnya guest star kedua pun tampil SOULVIBE! yey! depan panggung pun penuh lagi deh, dan gue tetep dapet jatah di depan. ihihihi. buat lagu2 SOULVIBE gue cuma nyanyi dikit karna ada beberapa faktor. Yang pertama karna gue nga apal! ehehhe, yang kedua karna vocalisnya GANTENG, yang ketiga karna keybordisnya LEBIH GANTENG! ahhahahha.

akhirnya pensi di tutup sama pesta kembang api :) gue di situ ngerasa gimana gitu, seneng karna absis cup akhirnya udah selesai dan sediihhh karna ternyata absis cup udah selesai jadi sebenernya gue seneng atau sedih ya?
foto pertandingan pas ABSIS CUP


ini foto2 performnya GRUVI+SOULVIBE :D


dan untungnya ABSIS CUP VI "ACE OF SPADE" dinyatakan SUKSES oleh bu Clara, selaku kepala sekolah SMAK ABDI SISWA. yey! :D :D

ini foto panitia ABSIS CUP VI


Sunday, 1 November 2009

true story :( :(

25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.

22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak, "Iya sayaaang," jika sudah terdengar suara "Prang". Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?"

18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi ja di pemain bola seperti yang sering diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain bola."

17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau kamu tak belikan ia bola!"

15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kan> ia hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia a kan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.

13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.

10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. "Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. "Sabar ya, Nak!" hiburku."Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!" pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.

7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang mem buat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.

4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.

2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya di saat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku. "Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya. "Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?"

"Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon keringanan hukuman pada wanita itu.

2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan "'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal.

"Kania?"
"Mas Har, kau . !"
"Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"
"Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah anakku.
"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar."
"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku.
Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang
gantungan. Bunyinya "Terima kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.


Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di
samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania, kali ini yang
pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita.
Benarkah begitu Iya sayang?

pendapat gue :
sumpahh kasian banget :( ini contoh mama yang menurut gue nga layak banget di bilang orang tua. cuma karna masalah ekonomi dia sampe tega NGEBUANG anak sama suaminyaa buat jadi istri ke 4 orang malaysia. sial banget! kalo gitu dari awal aja nga usah kawin trus ngebuat anak daripada nyusahin semua pihak. ckckck. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT




Wednesday, 21 October 2009

my senior high school

NOW , gue mau cerita tentang kakak kelas gue di absis. awal2nya kita mulai dari kak flo. kak flo yang nama lengkapnya Florencia Yulike Oktaviady entah itu nama beneran atau cuma nama facebook. gue awal kenal sama dia sejak gue kelas 1 SMA, dia senior gue di voly. tapi lama2 gue bisa deket sama dia karna sama2 OSIS, dan sama2 panitia ABSIS CUP. awalnya dia ituu gendutttt!! but karna dia BROKEN HEART! dia tiba2 jadi kurus, gue aja kaget. gue juga mau tuh! . dia itu orangnya sangat narcis, cengengesan mulu, bawel, nga bisa tegas, dan masih banyakk banget kejelekannya yg gue blon tau. peace kak flo. BUT, gue ngerasa kalo kak flo lebih banyak kelebihan daripada kekurangan najis gue sebenernya muji lo for example dia itu supel makanya temen2nya banyak banget, dia juga orang yang sabar karna dia juga sama kayak gue yang sering di marahin/ di bercandainn sama marco,dll, dia juga SEDIKIT modis, SEPERSEDIKIT cantik, dan gue paling salut karna dia itu tipe orang setia dan tipe orang yang mau memaafkan four thumbs for you :)


before


after

kakak kelas yang kedua namanya kak anita, kalo nama facebooknya sih Anna Anita Natalia entah nama asli atau nama panggung. gue baru aja deket sama kak anita. waktu itu deketnya karna kita sama2 ke BBQan Remon, trus kita jualan bunga bareng buat nyari dana ABSIS CUP akhirnya kita wall2ann + gara2 gue mau konfirmasi tentang gosip yang sedangg in :D sampe saat ini, gue masih blon nemuin hal2 yang buruk dari kak anitaa. Kak Anita itu baik, friendly, modis pula, chubby dan gue sangat suka sama RAMBUT DIA! WHY? karena rambut dia itu panjang, lurus dan indah kayak nga pernah jempet gituu nga kayak rambut gue :(. ini gue juga ada fotonya kok :)

ihihihi. cerita gue tentang kakak kelas gue yang baik hati nga termasuk kak flo ya udah selesai. wait next post from me yaa :D


Saturday, 17 October 2009

TARPHRODITE :)



tadi (bisa di bilang kemaren sih karna sekarang udah jam 3 lebih) gue sama anak pergi ke senayan buat ke tarphrodite. udah dari 2 hri yang lalunya pada bingung ya pake baju apa, takut nga cocok lah, takut nga matching lah, takut semuanya deh. perginya itu di bagi 2 group, ada group bonchai yg isinya anak2 yg rumahnya pada di tanjung duren.dll. ada juga 1 group lagi, yaitu group gue yg isinya gue,dian,elis,ellen. kita pergi ke sana jam 5an. udah rame, panas, dan banyak alaynya. udah males banget kan tuh! plus ngantri tiketnya yg naujubileh! gue sama dian di oper ke sana kemari buat nukerin tiket pre sale. sangat cape dan panas :( . akhirnya temen2 sma gue pada ciut mereka akhirnya pergi ke sency, gue sama dian tetep lanjut nonton tarphrodite. dan ternyata! di dalem itu lapangannya gede+banyak angin sepoi2nya so adem semriwingg gtu. ehhehe :D gue sama dian reunian kecil2an lah ya sama temen2 smp gue ada ario, mimi, irene, shella, amel, icha, sama itha (yg kembar dan mereka berdua anak pulor juga gtu so mereka ngurusin masalah teknis gitu juga) sayangnya nga ketemu sama abie, helmi, renal, dll karna mereka ada di sebelah kiri panggung sedangkan gue dan yg laen di sebelah kanan panggung padahal udah lama banget tuh nga ketemu :(

gue sama dian rencana mau ke sana karena emang mau nonton RAN. udah nunggu lama gitu RAN nga keluar2 tiba2 ujan kan tuh, semua pada lari neduh. para panitianya ke deket panggung buat berdoa.ALHASIL hujannya berhenti! Tuhan itu memang pemurah :D :D tapi karena ujan, jadi keamananya rada2 longgar so, para alay yg dari luar bisa masuk dengan cara paksa gerbangnya aja sampe ambruk banyak banget yang pada pingsan juga ada yg asma pula. kasian dah :(. AND FINALLY, RAN maen juga. udah nunggunya lama. mcnya berbelit2 yaa biar kita pada penasaran gitu tapi kan bikin senewen. penonton yang kebanyakan cewe pada langsung ke lapangan nga peduli becek+ berlumpur pula termasuk gue.dian.merry,irene,dll. sepatu kotor kek, sendal mau putus kek. urusan belakangan dah yang penting kita udah nyampe lapangan aja. beruntungnya kita, karna kita dapet di bagian depan2 gitu di sebelah kanan panggung jadi lebih jelas gitu ngeliat Nino :) RAN nyanyi 5 lagu dari tunjukan cintamu, ratu lebah, selamat pagi, hanya untukmu, sama jadi gila yang bikin penonton termasuk gue jadi gila karna kegokilan RAN tapi sayang asta nga bisa tampil karna sakit :( gila cewe2 pada histeris ya walaupun lapangannya masih becek dan berlumpur tapi tetep semuanya pada enjoy karna RAN maen bener2 bikin kita terutama cewe2 luluh gimana gitu entah karna lagunya atau karena performancenya atau karena gantengnya? kalo gue sih semuanya! ahahhaha. Rayi ternyata make baju 3 lapis apa nga panas ya? and 2 bajunya dia lepas+dia buang ke penonton ya pasti pada rebutan! gue yakin! nah si nino juga nga mau kalah sama Rayi, pas akhir nyanyi si nino ngelepas baju yang dia pake so dia telanjang dada donk :) cewe2 pada suka nih adegan ini trus dia lempar juga ya ke penonton knapa nga gue atau dian sih yang dapet? (greget)

akhirnya setelah RAN tampil gue,sama dian dan kebanyakan penonton laennya ngibrit ke wc buat cuci kaki dan APESNYA airnya abis. gue bingung tuh mau cuci kaki dimana karna remon udah jalan buat jemput. pas mau keluar eeh ketemu kak winda, kak lyana,dll deh ngobrol2 bentar abis itu cao deh. untungnya, di depan deket pintu gerbang ada abang2 jual air gitu seember 1000 ya udah ya lah. nga usah pake mikir lagi langsung ok aja, pas banget selesai ngebersihin kaki remon jemput trus kita pergi makan dlu. di tempat makan udah ada marco, ryan, sama lika. abis makan pulang deh trus gue bersih2 trus online deh karna masih blon bisa tidur.

pokoknya nonton tarphrodite nga nyesel, seru abis! :D :D




Thursday, 15 October 2009

UNTITLED







foto2 gue sama dian. masih banyak sih tapi ini aja deh :D
barusan aja sekitar 10 menit yang lalu gue baca blog temen gue si dian manusia berkumis peace yee. gue yang baru mandi dan gosok gigi karna abis pulang dari rumah temen gue buat ambil tiket tarphrodite jadi inget obrolan g sama dian di msn.

dian : fenn, gue lagi buat post tentang lo loh nanti liat ya
gue : oke yan. nanti gue liat abis gue pulang dari rumah ina ya cuma bentar kok mau ambil tiket tarphrodite
dian : oke fen. gue buka semuanya tentang lo! dalam imajinasi gue dia lagi rada ngancem
gue : gue gampar lo ye! jangan menjelek2an nama baik gue biasa narsisnya kumat
dian : iye tenang aja. nanti abis pulang baca ya
gue : iya . dadadadad

pas gue pulang trus mandi trus gosok gigi gue inget sama obrolan gue sama dian tadi. gue penasaran abis kan tuh secara gitu ya gue topiknya jadi ya hasrat keingintahuan gue bertambah. pas gue baca. gue bener2 nyes banget bacanya judulnya aja FROM ENEMIES BECAME BESTFRIEND! gue baca kata demi kata dan menurut gue itu kata2 terindah yang keluar dari mulut seorang sahabat. selama ini gue nga percaya adanya sahabat karna menurut gue sahabat itu bullshit! sahabat cuma di mulut doank dan nga gue berpendapat bahwa sahabat itu 1 diantara 10.000 gue tipe orang yang susah percaya sama orang laen. jadi gue yang emang udah percaya sama dian so gue curhat sama dia dari perasaan gue, capeknya gue, stressnya gue, sama love life gue. dian juga sering belain gue kalo gue lagi di isengin sama marco sama oje yang biasanya nganggep gue salah terus ya walaupun kadang2 dia juga ikutan ngatain sih *resee lo! emang gue sering nganggep diri gue sebagai bayangan dian apalagi semenjak naek ke kelas 2. jadi bayangan itu sangat ngak enak! tapi ternyata gue salah! semua orang punya kelebihannya dan kelemahannya masing2 gue sama dian juga sama. gue bukan jadi beban dian ataupun sebaliknya gue sama dian sama2 saling ngelengkapin. saat gue yang nga bisa berfikir, dia bantu gue. saat dia juga lagi down karna ada masalah contohnya masalahh *piip* gue sebisa mungkin bakal ngebantu dia. :D

dia dan gue yang emang punya banyak banget persamaan dari cara pandang, hobi, sama cara pengungkapan emosi yang hampir sama. jadi gue kayak ngomong sama kembaran gue sendiri. saat orang2 pada bilang kalo cara gue menyalurkan emosi yang salah (caranya nangis) tapi dia ngerti napa gue nangis karna gue ngerasa kerja keras gue nga dihargain. dia pun berpikir kalo dia di posisi gue pasti dia juga akan ngelakuin hal yang sama kyk gue. gue sama dia sama2 mau bebas maksudnya nga mau terikat dengan 1 genk/ kelompok tertentu. gue sama dia juga suka dengan kedamaian, kita sama2 nga mau cari ribut, sama2 pengen ngebuat orang di sekeliling kita happy. :D

pas smp gue sama dian juga pernah musuhan selama 1 tahun . gue sempet ngatain dia JA***Y! tapi itu hanya karna gue emosi. tapi karna gue sama dia satu SMA so, gue sama dia bisa saling lebih ngerti satu sama laen. mungkin pas smp gue sama dia sama2 masih kayak anak kecil tapi sekarang kita udah beranjak dewasa yang ngebuat kita lebih tau dan lebih menghargai orang di sekeliling kita. roda itu selalu berputar kadang kita dibawah kadang kita di atas nah itu tugasnya sahabat. saat kita lagi di bawah, dia akan bantu nguatin kita agar kita nga lemah. saat kita lagi di atas, kitapun jangan menutup mata atas masalah2 sahabat kita.SO FRIEND, KEEP YOUR FRIENDSHIP AND APPRECIATE YOUR FRIENDS :)

special for dian : yan, moga2 kita nga berantem lagi ya. kita tetep bertemen sampe kita punya keluarga masing2 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, bahkan 100 tahun lagi rada lebay sih gue. ahhha :D

QUALITY TIME WITH MY FRIENDS ♥♥

kemaren, pas pulang sekolah. yang biasanya gue pake buat ke ruang osis buat nelp sponsor karena ada ABSIS CUP VI keren loh. kita mau buat cup sekaligus pensi yang baru pertama kali terjadi di absis :) so, dateng ya friends! nga bakal rugi kok. sekalian promosi. ehehe


Back to my story, iyaa jadi awal mulanya si panus+epen mau nonton trus gue sama caibo nyeletuk "eh kita nonton phobia ajaa yuk!" kata gue. "iya tuh bener. gue juga blon nonton." kata caibo. "gue udah! tapi ya kalo mau nonton lagi sih ayo" epen ngomong gtu "kalo gitu kita ke blitz yang di GI aja, kan paling deket tuh daripada yang laen" kata si panus . trus bel istirahat bunyi kreng2 jadi obrolan kita udah sampe di situ aja. trus pas pulang si epen+panus ngajakin lagi gue, caibo, elis, edwin, sama tomtom (mantan suami elis yang karna kemaren mereka balikan lagi tuh :))

eeh namanya juga anak cowo yang paling gampang dah jalan+ngeluarin duit+seneng2. nah gue ma elis rada bingung gitu secara seharusnya gue sama elis ekskul. tapi karena bujuk rayuan mulut kebohongan caibo kitapun ikut. ya udah kita rencananya mau nonton jam 2.30 padahal waktu itu jam udah nunjukin pkl 2.10 gitu sok keburu aja ya blon lagi macetnya namanya aja JAKARTA. ya udah si panus sama si epen duluan ke sana naek motor. gue, caibo, elis, sama tomtom ke rumah tomtom buat nungguin edwin yang katanya mau pulang dulu buat ganti baju katanya sih tapi nga tau kemana tuh makhluk. di tangga sekolah elis bilang "aduh fenn, duit g tinggal 20ribu cukup nga ya?" gue ngomong "ya udah lis tenang aja gue pinjemin." asal ngomong aja sih sebenernya duit g juga cuma 50an gitu ya.

di rumah tommi, nungguin edwin lamaaaaaaaa bener jam aja udah jam 2.20 sedangkan si elis bilang ma maknya kalo dia ekskul so mesti pulang jam 5an. jadi kita mutusin kalo GI BATALL! di ganti sama TA yang udah kayak rumah kedua buat anak absis bosen mampus ke sana dah udah afal gitu. ya udah garagara nungguin edwin yang lama+ac tomtom yang nga dingin2 padahal dah 10menitan gituu ya. plus ada laptop yang nganggur yang serasa tuh laptop ngomong "ayo lo pada make gue sini buat foto2 daripada lo tidur2an aja. nga jelas! ayo sini." kita yang entah terbujuk rayu si laptop atau emang kita2nya aja yang banci foto atau kita yang terkena "sindrom narcisme" mulai tergiur buat make tuh laptop dan akhirnya muncul deh banyak foto2 narsis kita yang jumlahnya sekitar 160an gitu ya. dari poni rata, poni miring, poni cacat sampe poni diangkat ada semua tuh! hahahha tapi yang gue bingung ac tomtom tetep aja nga dingin. gue yang aneh apa acnya yang aneh? YA PASTI ACnya lah! dari muka cakep, sok cakep, mirip artis korea lah, mirip maho(si tomtom), muka melas, muka tolol, muka jelek,dll!

trus setelah puas make tuh laptop buat menyalurkan HIV (hasrat ingin voto) maka g,elis, tomtom, sama caibo ganti baju deh buat nyusul epen+panus di TA. kita semua pinjem atribut dari tomtom ya dari baju, sampe sendal. awalnya gue pinjem baju barong si tomi, gue pikir barongnya warnanya bagus ya. nga norak" tapi pas g lagi ngaca2 gue ngerasa ada angin2 gitu niup2 ketek gue geli2 gimana gitu dan ternyata bajunya robek dari samping yang bawah sampe yang bagian ketek. pantes aja dingin2 gitu. gue bilang "eeh tom lo nga ikhlas ya pinjemin gue baju? masa baju robek lo pinjemin ke gue?" tomi cuma ketawa doank. GILA PENTING BANGET KAN JAWABANNYA! gue pinjem barongnya lagi yang satu gue nga meriksa2 lagi kan. eeh ternyata pas kita pada mau pergi ke TA, gue baru sadar kalo keteknya bolong! astajim banget nga tuh! ya karna kepepet waktu akhirnya gue pergi dengan make baju yang keteknya bolong! gue bilang sama elis "lis, ingetin gue ya jangan sampe gue ngangkat ketek. kan malu bolong" elis jawab "iye fenn. tenang aja gue ingetin kok. ntar jangan lupa ya traktir gue" "iyaiya inget kok" jawab gue. padahal dalam hati gue ngomong oh shit! pake gaya temen gue ima gue lupa dah janji!

sampe di sana gue sam temen2 laennya mulai makan2, sampe foto2 :D




ini foto gue, caibo, elis, tomtom pas kena syndrom NARCISME :)


Wednesday, 14 October 2009

BECOME A BLOGGER! YIIPPII :D

FINALLY, gue buat juga blog! ehehhe. awalnya sih temen gue yang super duper stylish, update, imut, dan kebohongan2 lainnya, si JOSEPH alias BONCHAI alias CAIBO bilang ke gue kalo blog itu lagi trend sekarang. Gue jadi inget obrolan g ma caibo beberapa bulan yang lalu. Ya kalo nga salah sih begini ya. pas lagi pelajaran apaan gitu gue lupa yang pasti pelajaran yang ngebetein dan bisa bikin gue sama caibo yang emang sebangku jadi leluasa buat ngobrol :D


caibo : fen, bikin blog dong! kan lagi trend tuh. gue aja baru bikin kemaren.
gue : aduh cai, gue nga pinter nulis begituan ya ntar malah jadi garing lagi!
caibo : nga papa kali fen. coba aja dulu
gue : malesin amat dah (dengan muka yang sok2 dimales2in)
caibo : ya udah ye. awas lo kalo bikin (sok2 ngancem+nunjuk2)
gue : iya. penting banget sih gue bikin blog. ciecie yang udah jadi blogger :D
caibo : sial lo!
gue : ahahhahaha


trus karena gue juga sering searching2 gaya banget ya gue, gue juga suka baca blog orang dari yang bagus banget, lucu, gokil, sampe yang bikin puyeng garagara tulisannya "JELAS BANGET" akhirnya gue mulai radarada baru sedikit banget tertarik sama dunia blog ini.


kemaren, awal titik balik gue untuk mencoba dunia per-blogan bahasa apa itu feni? gue maen tuh kan di rumah dian garagara bonyok g pergi ke antahberantah lah padahal ke kawinan sodara sampe jam 8an lewat. So, gue nunggulah di rumah dian kayak orang nga punya rumah alias gelandangan. Si dian mulai dah tuh buatbuat blog and FINALLY, i'm interested! tadinya sih mau bikin pas gue udah pulang dari rumah dian. tapi karna udah malem juga+capek akhirnya setelah beres2 dari mandi,beresin buku,dll. gue pun ketiduran. SO, I'M THE BLOGGER NOW ! :D